Pengalaman Naik Ethiopian Airlines

pengalaman-naik-ethiopian-airlines-pesawat-ethiopian-2

Akhir tahun lalu, saya menulis airlines bucket list setelah Jogja-Bandung train bucket list terpenuhi. Padahal, tidak merencakan untuk pergi kemanapun dan belum punya tabungan juga. There is a will there is a win, will-win win lah 😀 . Yaudah deh, akhirnya ngayal random ditempel di tembok kosan. Dan, pesawat yang saya naiki juga random, yaitu Ethiopian! Hehehe.

Ethiopian Airlines adalah maskapai yang berasal dari Ethiopia, Afrika Timur. Pesawat ini sebenernya full route nya dari Kuala Lumpur sampai Addis Ababa di Ethiopia. Tapi, mampir dulu ke Bangkok untuk ambil penumpang. Berikut merupakan pengalaman saya terbang satu jam bersama Ethiopian Airlines Kuala Lumpur – Bangkok.

PRICE

Saat itu, rute pesawat Kuala Lumpur – Bangkok sedang mahal-mahalnya, karena bertepatan dengan Songkran dan Coldplay Concert. Tiket pesawat paling murah adalah maskapai ini, 1,2 jt Kuala Lumpur-Bangkok PP dan full service! Dapet bagasi, makan, in flight entertainment, selimut, headset, dan bantal kecil. Jadi, sangat affordable dan reasonable untuk harga segitu.

So, this is a flight full of nigga. Bukan rasis lhoh ya, saya malah happy karena berada di suasana baru yang tidak terduga dan seperti tidak berada di Asia. Hehehe. Nyicip suasana Benua Afrika dikit lah ya. Soon, semoga ada rizki dan kesempatan untuk ke sana.

SEAT

 

Seperti pesawat Boeing 787-8 atau B788 pada umumnya, seat nya 3-3-3. Kesalahan saya nggak web check in terlebih dahulu. Jadi, ga kebagian yang window seat. Beruntungnya, tetep kebagian di yang row yang pinggir. Lagi pula penerbangan tengah malem, jadi pemandangannya ya gitu-gitu aja. Menghibur diri.

Leg roomnya lega, seatnya empuk, dan ada bantal kepala yang bisa dinaik turunin. Dapet bantal kecil dan selimut juga. Selimutnya kayak pashmina dibungkus dan wangi.

FOOD

Yang saya suka dari maskapai ini, makanannya nggak hambar. Rempahnya kerasa. Dan dessertnya pudding 😀 . Saya lupa menu yang saya pilih, tapi ayam terus ada rempah-rempahnya gitu.  Walaupun rempahnya kerasa, tetep harus ditaburi boncabe 😀 .  Save life banget memang boncabe ini.

SERVICE

Hampir semua flight attendantnya berasal dari Afrika. Mereka cantik-cantik eksotis lhoh. Seragamnya warna ijo dan kuning. Tapi, munngkin memang budaya mereka yang sedikit ‘keras’ kalau saya bilang mah. Jalannya menurut saya ga nyantai dan anggun kayak pramugari Garuda Indonesia, bahkan kalau panik kayak lari dan nubruk-nubruk. Apalagi badannya gedhe-gedhe. Waktu bangunin penumpang yang tidur untuk makan juga agak teriak dan mejanya diaturin untuk meja makan tapi rada kasar. Hmm sedikit serem sih.

ENTERTAINMENT IN FLIGHT

In flight entertainment nya komplit. Panel pengaturnya tidak hanya lewat remot, tapi juga panel di samping kursi.
Bahasa yang digunakan bahasa Afrika. Ga ngerti. Tapi, tetep bisa diatur jadi Bahasa Inggris. Filmnya update juga. Ada musik. Kita juga diberi headset. Ada dua warna headset, ijo sama kuning.

LAVATORY

Saat itu, saya tidak ke lavatory. Jadi, belum mencoba secara langsung. Tapi, mungkin gambar dari google ini mewakili. Seperti lavatory di pesawat pada umumnya sih.