7 Tips Traveling Nyaman di Jogja

bukit-bintang-gunung-kidul-yogyakarta-sunset

 

Jogja itu mainstream. Ah ga juga, selalu ada aja alasan untuk mampir ke Kota Gudeg ini. Entah untuk nostalgia masa-masa sekolah atau rindu suasana nyruput kopi di angkringan Stasiun Tugu sembari menikmati kerlap kerlip Kota Jogja. Gak asik kan kalau kesyahduan Jogja terganggu hal-hal tak terduga. Nah, berikut tips traveling nyaman di Jogja.

  1. Sewa Kendaraan

Di Jogja, transportasi umum belum menjangkau seluruh bagian. Transportasi umum andalan adalah Trans Jogja, tetapi hanya menjangkau Jogja bagian kota saja. Angkot pun tidak ada. Jika menggunakan taksi, kemungkinan besar bisa over budget. Nah, sewa kendaraan menjadi pilihan yang tepat. Di Jogja, banyak sekali persewaan mobil atau pun motor. Kita juga bisa menyewa mobil + supir lhoh!

Tarif sewa motor mulai dari Rp 60.000,- per hari.

Tarif sewa mobil mulai dari Rp 250.000,- per hari.

Tarif sewa mobil all in (mobil + driver + BBM ) mulai dari Rp 475.000,- per 18 jam.

 

  1. Cek Harga Sebelum Makan
Angkringan Tugu Jogja Bersama Teman

Seperti tempat wisata pada umunya, banyak pedagang yang jujur dan terkadang ada pedagang yang nakal. Sebelum makan di tempat wisata terutama di lesehan Malioboro, sebaiknya cek harga dulu. Jangan ragu untuk bertanya, daripada makan nasi goreng + es teh berdua habis Rp 150.000.

 

  1. Sedia Payung dan Air Putih
Di Puncak Becici

Di musim panas, cuaca Jogja bisa panas sekali. Di musim hujan, turunnya hujan tidak menentu. Jangan lupa untuk selalu membawa topi dan payung. Terlebih, area wisata di Jogja kebanyakan outdoor. Oh iya, cuaca yang panas membuat kita cepat haus. Harga minuman di tempat wisata biasanya lebih mahal dari harga jual seharusnya. Jadi, jangan lupa stock air minum! 😀

 

  1. Pelajari Tempat Wisata yang Dituju
Sunrise di Puncak Becici

Banyak sekali tempat menarik di Jogja. Kecewa gak sih kalau datang ke suatu tempat tapi tidak sesuai ekspektasi? Terutama untuk wisata alam. Misalnya, waktu paling tepat untuk berkunjung ke Kebun Buah Magunan adalah pukul 4 hingga 6 pagi. Pada jam tesebut lautan kabut di lembah masih terlihat jelas dan indah. Jika lebih dari itu, mungkin kita akan melihat pemadangan kabut putih diseluruh bagian atau jika terlalu siang hanya ada bukit dan lembah pada umumnya. Untuk itu, perlu pelajari tempat wisata yang dituju seperti jam berapa waktu yang tepat untuk berkunjung dan fasilitas tempat wisata tersebut.

 

  1. Menawar Harga

Jangan ragu untuk menawar harga ketika membeli oleh-oleh di pasar atau emperan toko mailoboro. Biasanya, harga yang ditawarkan lebih mahal dari harga jual seharusnya. Misalnya, beli gantungan kunci 20.000 dapat 3 pack, coba tawar 10.000 2 pack. Bahkan, teman saya pernah menawar harga daster hingga sepertiganya! Dan berhasil.

 

  1. Ombak Pantai di Jogja
Pantai Sundak, Gunung Kidul

Bagi kamu yang suka banget sama wisata pantai, ombak di pantai Jogja itu ganas lhoh! Banyak korban meninggal akibat tergulung ombak. Hal ini dikarenakan pantai di Jogja itu ada rip current atau arus retasnnya. Bisanya rip current berada di daerah pantai yang memiliki teluk / embayment. Arus retas adalah pantulan dari dua kekuatan gelombang yang menghantam pantai yang mengalir dari tepi pantai dan kembali ke laut. Jadi, hati-hati ya kawan!

 

  1. Berpakaian Sopan
Candi Ratu Boko

Ini bukan berarti kita tidak boleh menggunakan rok / celana pendek lhoh. Di Jogja, ada beberapa tempat wisata seperti kawasan candi, yang mengharuskan kita mengenakan rok / celana hingga bawah lutut. Biasanya, di lokasi wisata tersebut disediakan persewaan jarik ( kain penutup dari batik ). Kadang, ada juga yang tidak perlu sewa alias gratis.