Review Terbang Bersama NAM Air 2018

Setelah cek pesawat tujuan Surabaya-Bandung untuk Selasa, 31 Juli 2018, pilihan saya tertuju pada NAM Air. Terlebih, karena harganya termasuk yang paling murah 😀 . Ini adalah kali pertama saya mencoba pesawat NAM Air. Pesawat ini, satu group dengan Sriwijaya Air. Saat itu one way Bandung-Surabaya, saya mendapatkan harga Rp 540.000,- dengan keberangkatan pada pukul 6 pagi dan durasi terbang 1 jam 15 menit. Jadi, sampai di bandara Juanda Surabaya pukul 7.15 pagi.

Pukul 4.30 pagi, saya sudah berangkat dari kosan di Geger Kalong naik ojek online, sebenarnya mepet sih untuk check in. Tapi, karena jalanan sepi dan saya tidak membawa bagasi, tetap nekat berangkat jam segitu dengan mata kriyip-kriyip, ngantuk, dan tidak mandi.

Beruntungnya, perjalanan dari Gerlong ke Bandara lancar dan saya bisa check in dengan mulus 😀 . Karena check in terakhir, window seat sudah habis dan saya dapat di alley. Jeda check in dan panggilan masuk pesawat tidak terlalu lama. Saya sangat excited di pengalaman pertama saya dengan NAM Air. Begitu masuk ke dalam pesawat, saya seperti masuk ke Sriwijaya. Color scheme-nya mirip-mirip.

Cuaca cerah dan tidak mendung. Hanya sedikit berawan. Namun, saat take off tidak terlalu mulus. Mungkin karena di Husein ini runway nya kecil. Jadi, berasa gitu getaran saat take off sangat terasa.

FOOD

Sumber: blog traveloka.com

Di dalam tiket yang saya beli, dituliskan jika include makanan. Dan makanan yang diberikan adalah roti isi kacang ijo dan keju. Sweet bread. Jadi, bukan makanan berata. Plus, dikasih air mineral gelas VIT.Kuenya agak besar dan mengenyakan. Makanannya dibungkus dengan kertas seperti di atas.

ENTERTAINMENT

Sumber: Instagram @sriwijayaair

Pesawat ini tidak dilengkapi dengan enterainment in flight. Maklum, harganya juga on budget. Hehehe. Hanya ada majalah Sriwijaya. Sepertinya, majalah di NAM Air dan Sriwijaya Air sama.

SEAT

Sumber: Youtube Yoel Febrian

Mirip seperti color scheme Sriwijaya Air, seat di NAM Air juga didominasi warna biru dengan sedikit aksen merah. Tempat duduknya nyaman dan tidak terlalu keras. Namun, saat itu meja untuk makan di tempat duduk saya agak semplok alias sempal, jadi miring. Hiks.

Sumber: Youtube Yoel Febrian

Pengaturan tempat duduk nya 3-3. Leg roomnya standar, tidak terlalu sempit, pas, dan nyaman. Di kabinnya juga tidak terdapat iklan sama sekali seperti kabin Air Asia atau Lion Air.

HOSPITALITY

Sumber: Instagram @sriwijayaair

Di NAM Air, pramugari dibebaskan untuk memilih mengenakan kerudung atau tidak. Saat itu, di pesawat yang saya naiki ada 2 dari 3 pramugari berkerudung. Selain itu, ada juga 1 pramugara. Jadi totalnya 4. Seragam mereka biru dan memakai topi seperti peci. Ingatan saya langsung tertuju pada seragam pramugari kereta api.

Selain melayani dan menyajikan makanan untuk penumpang, para pramugari dan pramugara juga menjual berbagai pernak pernik merchandise NAM Air. Ada scraf, pasmina, gantungan kunci, dan lain sebagainya. Harganya, tentu berbeda dengan di darat. Hehehe.

All in all, terbang dengan NAM Air sangat oke. Seat nya nyaman dan diberi makan walau harganya budget. Hehehe. Minusnya hanya saat landing dan take off getarannya sangat terasa, mungkin karena run away yang pendek.

*Pengalaman Liina Afifah ditulis oleh Fanniya.