Pengalaman Naik Business Class Malaysia Airlines

Akhirnya, trying business class!!! Untuk pertama kali dalam hidup, bulan Desember 2018 lalu saya naik pesawat di kelas bisnis. Mencoba berbagai macam maskapai dan berbagai macam kelas adalah salah satu lifetime goals bagi saya. Berawal dari keisengan pagi pagi cek harga tiket pesawat di Traveloka rute CGK-KUL untuk bulan Desember, muncullah harga business class super miring untuk rute ini. Harga yang saya dapatkan adalah Rp 350.000,- 😀 . Dalam perjalanan kali ini, saya pergi bersama Liina dan Hengky.

Pagi-pagi, kami berangkat ke Soekarno Hatta dari Pasar Minggu menggunakan Damri. Ongkos Damri untuk rute ini adalah Rp 40.000,- dan berangkat setiap 30 menit sekali dari pukul 3 pagi hingga 7.30 malam. Waktu tempuh dari Terminal Pasar Minggu ke Terminal 3 Soekarno Hatta kurang lebih 45 menit dengan kondisi lancar tanpa macet. Saat itu kami, berangkat pukul 6.30  pagi di hari Sabtu sehingga bukan rush our berangkat kerja dan sekolah.

CHECK-IN

Check in counter dan terminal Malaysia Airlines berada di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Ada antrian tersendiri untuk check Business Class. Saat itu, antrian untuk Economy Class cukup panjang. Kami merasa sangat beruntung tidak perlu melalui antrian tersebut dan langsung mendapatkan printed ticket, lounge invitation, dan fast track imigrasi 😀 Petugas ticketingnya bilang, imigrasi pass ini hanya berlaku di imigrasi Malaysia. Di Soekarno Hatta, ada jalur khusus untuk penumpang Business Class. Tapi, tulisannya khusus untuk Garuda Indonesia dan Sky Team. Jadi, kami mengantri di jalur biasa.

Saat itu, ada insiden kecil tapi serius. Liina hanya memasukkan dua kata nama dia. Sementara di paspornya, ada tiga kata. Kami sudah harap-harap cemas kalau diminta untuk menambah biaya karena kesalahan nama. Tapi, ternyata aman-aman saja 😀 atau petugasnya tidak menyadari ya XD Karena kesalahan nama di tiket pesawat biasanya menjadi masalah yang serius.

LOUNGE

Dari gate imigrasi, kami menuju lounge menggunakan buggy. Oh iya, buggy ini gratis 😀 Jaraknya lumayan jauh dari gate imigrasi, tetapi dekat dengan gate kami untuk boarding. Nama loungenya adalah Plaza Premium Lounge. Maskapai yang menggunakan lounge ini adalah Malaysian Airlines, Singapore Airlines, dan lain lain. Waktu boarding masih satu jam lagi sehingga kami masih bisa bersantai-santai sambil menikmati breakfast. Lebih lanjut tentang Shappire Lounge, saya bahas di sini.

BOARDING AND CABIN

Karena jaraknya tidak terlalu jauh dari gate, kami berada di lounge hingga pengumuman boarding tiba. Mungkin karena weekend dan bulan Desember, bandara Soekarno Hatta cukup ramai. Begitu juga dengan penumpang Malaysian Airlines hari ini, full. Untuk business class, ada pintu boarding tersendiri sehingga tidak perlu mengantri.

Pesawat yang kami naiki kali ini adalah tipe Boeing 737-800. Dari artikel yang saya baca, pesawat ini beroperasi sejak tahun 2014. Memiliki 16 seats business class dengan konfugurasi 2-2 dan4 4 seats di economy class dengan konfigurasi 3-3. Saat itu, kursi business class nya penuh semua.

Seat recliner, untuk mengatur sandaran punggung dan sandaran kaki.

Seat business class di pesawat ini bukan yang bisa direbahkan 180 derajat. Walaupun begitu, sandaran punggug dan kaki tetap bisa diatur sesuai kebutuhan. Headrestnya adjustable, bisa disesuaikan dengan kenyamanan kepala. Kami sudah memilih seat melalui check in online di malaysiaairlines.com. Saya duduk di kursi 2 A yang merupakan window seat dan Hengky di 2 B yang berada di dekat aisle. Sementara, Liina duduk di kusi 3A.

Leg room business class di pesawat ini lebar dan ransel saya bisa disembunyikan di kolong tanpa mengganggu kenyamanan kaki 😀 Gambar di atas, ketika sandaran kakinya disembunyikan. Di seat pocket, disediakan koran, 2 biji majalah (Going Places dan Temptations), dan safety information. Overall, kursi dan legroom sangat nyaman untuk penerbangan 1 jam 50 menit.

Disediakan juga bantal dan selimut yang masih terbungkus plastik.

Biar bisa nonton entertainment in flight dengan nyaman, disediakan headphone. Cabin crew membagikan headphone ini satu-satu ke penumpang dalam keadaan masih tersegel plastik. Oiya, di samping tempat duduk, ada power outlet dan usb. Bisa untuk charge hp dan juga laptop.

FOOD

Setelah duduk manis di pesawat, kami ditawarkan welcome drink. Ada orange juice, guava juice, apple juice, dan juga air putih. Rasanya seperti juice kemasan pada umunya. Pramugari juga membagikan handuk panas. Kami tidak mengambil handuk panas tersebut karna beneran panas dan males kena basah. Saya memilih apple juice dan Hengky orange juice.

Lama penerbangan Jakarta – Kuala Lumpur adalah 2 jam dan mendapatkan meal 1 kali. Di masing-masing kursi, terdapat menu card seperti gambar di atas. Dibandingkan economy class, pilihan main course dan beverages-nya sedikit lebih banyak. Saya memilih Stir-Fried Noodle with Chicken dan Hengky memilih Nasi Lemak. Bakery-nya, saya memilih croissant dioles dengan butter. Makanan tersebut disajikan dengan piring dan mangkuk kaca di atas tray yang dilapisi kain putih. Kami juga diberikan celemek agar pakaian tidak kotor.

Porsi main coursenya banyak dan saya hampir tidak habis. Tapi sayang kalau gak dihabisin 😀 . Rasanya enak dan daging ayamnya besar-besar. Bumbunya terasa, ternyata agak pedas. Selesai makan, tray diambil lagi oleh pramugari dan saya meminta teh taik hangat untuk teman menonton film selama penerbangan. Tray table nya bisa disesuakan, untuk makan besar atau untuk sekedar menaruh minuman dan snack.

ENTERTAINMENT

Sepertinya in flight entertainment di kelas business Malaysian Airlines ini sama seperti di kelas economy. Jadi, tidak ada yang terlalu spesial. Selain tombol-tombol di bawah layar, disediakan juga remote di samping kursi. Layarn IFE-nya touch screen dan ada 2 pilihan bahasa yang dapat digunakan, bahasa malaysia dan bahasa inggris. Isi IFE-nya, ada interactive Al-Qur’an, TV, Music, Movies, Games, dan lain-lain.

HOSPITALITY

                       source: malaysiaairlines.com

Pramugari dan pramugaranya ramah sekali dan tanggap, seperti saat saya minta dibuatin teh tarik 😀 . Saat itu, kami dilayani oleh 1 pramugari dan 1 pramugara yang dedicated untuk penumpang di business class. Pramugarinya menggunakan batik ciri khas Malaysia Airlines dan pramugaranya menggunakan jas abu-abu.

Jadi, begitulah cerita pengalaman terbang menggunakan pesawat Malaysian Airlines Business Class Boeing 737-800 kali ini. Overall it’s ok dengan harga miring yang saya dapatkan dan fasilitasnya. Kalau harga normalnya sih dimulai dari 1.8 jt one way. Bagi saya yang masih biasa ini, harga segitu one way penerbangan di bawah 2 jam mahal 😀 . Semoga, kedepannya dapat mencoba lebih banyak pesawat beserta kelas-kelasnya lagi. Amiiin. Selamat berpetualang!

 

 

Baca Juga:

Air Asia vs Lion Air, Pilih Mana?

Pengalaman Naik All Nippon Airways

Pengalaman Naik Ethiopian Airlines

Pengalaman Naik Batik Air

Pengalaman Naik NAM Air