Pengalaman Naik Pesawat Saat New Normal

Tanggal 13 Agustus lalu, untuk pertama kalinya saya naik pesawat lagi setelah lebih dari 5 bulan di kosan. Sebenernya, masih deg – deg an . Terlebih, 5 bulan terakhir ga pernah kemana-mana, work from home dan keluar kosan hanya saat beli groceries. Tapi, rasanya udah bosen banget, ke mall takut, sampai bingung nonton film atau drama apalagi. hehehe. Akhirnya, saya pun pulang ke Jogja. Oiya, selama di Jogja, saya mengisolasi diri dulu di rumah kosong selama 4 hari. Ala-ala karantina mandiri gitu. Setelah 14 hari, baru deh bisa berinteraksi dengan keluarga.

Saya naik pesawat Citilink rute Halim – NYIA Yogjakarta. Saat itu, baru ada promo free rapid test seharga Rp 550.000,-. Murah banget menurut saya, seperti tiket saat normal dan udah free rapid test! Walaupun tiket maskapai lain lebih murah, belum tentu social distancing nya guaranteed.

Berikut tips naik pesawat saat new normal berdasarkan pengalaman saya:

1. Lakukan rapid test h-1 / h-2 sebelum keberangkatan.

Surat rapid test ini berlaku untuk 14 hari. Lebih baik, rapid test dilaksanakan h-1 / h-2 sebelum keberangkatan, agar hasilnya lebih valid dari hari h terbang dan masa berlaku di tempat tujuan juga menjadi lebih lama. Awalnya, saya takut rapid test karna kebayang diambil darahnya. Padahal, hanya diambil sedikit sekali seperti test kolestrol. Hasilnya test nya pun sangat cepat keluar, maksimal 1 jam.

2. Mendownload aplikasi eHAC di android atau mengisi link ini untuk pengguna iOS.

Sebaiknya, mengisi form di aplikasi ini dan screen capture barcode nya saat di rumah. Barcode aplikasi ini, dibutuhkan untuk discan oleh petugas setibanya di bandara tujuan. Sementara, di bandara keberangkatan petugasnya hanya akan reminder sudah mengisi eHAC atau belum.

3. Barang wajib dibawah: Masker, Face Shield, Hand Sanitizer, Tissue, Air Minum, dan Makanan.

Di bandara, kita bertemu banyak orang. Walaupun tidak seramai biasanya, tapi cukup membuat anxiety. Untuk kemamanan dan keselamatan, jangan lupa untuk selalu menggunakan marker (membawa masker cadangan juga), face shield, dan juga hand sanitizer.Di bandara, kebanyakan tempat makan dan minum  tutup. Jadi, sedia makan dan minum dari rumah. Oiya, air minumnya sediakan yang dibawah 100 ml buat dibawa ke dalam pesawat juga yaa.

4. Selalu jaga jarak dan pilih flight weekdays agar sepi.

Sebisa mungkin tetap jaga jarak karna kita tidak pernah tau orang di samping kita terinfeksi atau tidak. Bisa jadi, ada droplet yang menempel di baju/tas mereka. Selain itu, pilihlah flight saat weekdays di jam kerga agar lebih sepi.

5. Melewati 2 pos sebelum masuk untuk check in.

Di Halim, pertama kita haru cek surat rapid dan diberi stempel oleh petugas di Pos 2. Mereka juga akan mengingatkan kita untuk mengisi aplikasi eHAC. Setelah itu, lanjut ke Pos 1 untuk cek suhu tubuh, tiket, ktp, dan surat rapid yang sudah diberi stempel. Prosedur selanjutnya, sesuai dengan proses naik pesawat saat hari hari biasa, check in, drop bagasi, masuk ke ruang tunggu.

6. Scan barcode di bandara tujuan.

Setelah turun dari pesawat, sebelum mengambil bagasi, kita akan diarahkan untuk scan barcode aplikasi eHAC. Setelah itu, ambil bagasi dan selesai.

Selama di pesawat, sebisa mungkin jangan membuka masker. Karena, ruangan di pesawat kan rapat dan sangat tertutup. Biasanya, di pesawat Citilink rute Jakarta-Jogja PP, ada pramugari yang berjualan makanan. Tapi, di flight new normal ini, tidak ada. Saya pergi ke Jogja hari Kamis di jam 11 an dan h-2 sebelum long weekend. Pesawat full, tapi tetap social distancing 1 kursi isi dan 1 kursi kosong, jadi ga terlalu was was.