Rasanya masih kurang di Cappadocia sehari dua malam huhu Tapi, agenda berikutnya sudah menanti. Kami meninggalkan Cappadocia di pagi hari saat balon udara masih terbang. Dari dalam mobil melihat ke langit cantik warna warni. Jika ada kesempatan, semoga nanti bisa ke Cappadocia lagi amiiin 😀

Cappadocia – Pamukkale ditempuh dalam waktu 8 jam. Jalanannya tidak semulus Istanbul-Cappadocia, ada beberapa jalan yang berlubang. Walaupun begitu, sepanjang perjalanan saya tertidur pulas karna kecapean dan bangun ketika sudah sampai di rest area untuk lunch. Seperti biasa, lunch kami nasi dengan ayam dan sup. Di rest area, ada anjing yang menghampiri hengky ngajak main kejar-kejaran 😀 Beberapa kali ketemu anjing di Turki, mereka jinak dan ramah-ramah.

Hierapolis
Sekitar pukul 3 sore, kami tiba di Cotton Castle dan Hierapolis Pamukkale. Ternyata, keduanya berada di satu tempat yang sama. Hierapolis merupakan Kota Yunani Kuno yang didirikan abad ke 2 sebelum Masehi dan puncak kejayaannya ada pada masa kekaisaran Romawi. Lokasinya berada di pegunungan yang rawan gempa bumi, jadi banyak bangunan yang sudah hancur ditempa gempa bumi berkali-kali. Bangunan yang masih berdiri kokoh hampir untuh di Hierapolis adalah theatre-nya. Dari pintu masuk ke theatre bisa trekking kurang lebih 1 jam dengan jalan yang agak menanjak atau naik shuttle berbayar. Djompo yang menggelora membuat sebagian besar dari kami termasuk saya dan Hengky menggunakan opsi kedua.

Kota ini disebut juga kota spa. Dulu hingga sekarang, Pamukkale terkenal dengan hot spring water dan spa-nya. Kabarnya, kalau berendam di sini bisa awet muda, Cleopatra juga pernah berendam di sini.

Area Hierapolis sangat luas. Saat menuju theatre, kami naik shuttle. Pulangnya kami jalan kaki sambil melihat dari dekat sisa reruntuhan Kota Hierapolis. Jalanya menurun jadi tidak capek.


Cotton Castle
Disebut cotton castle karena dari jauh mirip seperti teras-teras istana yang terbentuk dari kapas putih. Cotton castle merupakan batu travertine putih bersih. Terbentuk dari endapan mineral kalsium dan pikarbonat yang terbawa air panas dari mata air di puncak bukit. Saat mendingin, mineral tersebut mengeras mengkristal.

Cotton Castle menjadi salah satu lokasi di Turki yang paling banyak diphoto. Saat kami berkunjung ke sana memang rame sekali. Jadi, yang pada foto diinstagram dan terlihat sepi itu effortnya luar biasa :’) Beberapa area di cotton castle boleh dipakai untuk jalan dan berendam. Tapi, ada beberapa area yang dibatasi dengan pagar tali tidak boleh karena curam berbahaya. Airnya hangat, batuannya tidak terlalu licin tapi tetap harus hati-hati. Kalau mau berendam, disarankan menggunakan pakaian renang. Oiya, di sini kita juga bisa menyewa kostum dan photographer. Lokasi booth jasa kostum dan photo ada di pintu masuk cotton castle.

Kami menenumkan area sepi di Cotton castle karena airnya kering tapi bagus buat photo dan duduk bersantai 😀 Dari pintu masuk jalan terus sampai ujung. Kami duduk-duduk di sini lama, let the time pass by sambil melihat matahari terbenam cahayanya memantul di atas cotton castle. Cuaca di Pamukkale berbeda dari Istanbul dan Cappadocia. Di sini lebih panas.
Richmond Pamukkale Thermal Resort
Malam ini, kami menginap di Richmond Pamukkale Thermal Resort. Lokasinya tidak jauh dari Cotton Castle. Hotelnya bagus banget dan ada kolam renang air panasnya. Tapi tidak sempat mencoba berenang karena sampai hotel sudah malam dan pagi-pagi checkout melanjutkan perjalanan ke Istanbul. Kami dinner dan lunch di hotel ini, pilihannya banyak, ada nasi, pizza, salad hingga berbagai macam jenis baklava.





