Kuala Lumpur Day 1 : KLIA 2, Bukit Bintang, Hotel Pudu 99

Traveling period : 24 – 26 January 2017

Kuala Lumpur International Airport 2

Tiket promo yang sudah di-issued bulan Desember lalu, membuat saya bersemangat untuk membuat itinerary budget semurah mungkin tapi tetap nyaman. Saya membeli tiket pesawat pp Solo – Kuala Lumpur untuk 3 orang dengan harga total Rp 1.500.000,-.

Sky Bridge menuju tempat imigrasi dan Langit Mendung Kuala Lumpur

Kami tiba di KLIA 2 pukul 6.30 p.m. waktu Kuala Lumpur dan matahari masih terang. Ternyata, Kuala Lumpur baru mulai gelap sekitar pukul 8 malam dan kalau pagi baru mulai terang sekitar jam 8 pagi. Setibanya di KLIA 2, kami melalui proses imigrasi terlebih dahulu. Proses imigrasinya alhamdulillah lancar. Lokasinya cukup jauh dari terminal tempat pesawat kami berhenti. Tapi, nggak akan bosan jalan karena bandaranya nyaman banget dan banyak kursi lucu-lucu. Untuk menuju ke tempat imigrasi, kami harus melalui sky bridge terlebih dahulu.

Selesai melewati proses imigrasi yang kebetulan nggak terlalu antri, kami membeli sim card lokal seharga 30 RM dengan isi paket data 1 GB + 1 GB 4 G (mahal banget, biasa beli di Bandung 56.000 28 GB -_-). Provider yang kami pilih namanya Hotlink, sama penjaga tokonya bisa langsung minta bantuan untuk dipaketin ke paket data. Jadi, tinggal pakai. Kami hanya membeli satu sim card dithetering-in dari salah satu handphone buat bertiga biar hemat. Di KLIA 2 ini banyak toko-toko fancy seperti H & M, cotton on, dan semacamnya. Di sini juga ada toko Bata lhoh!

Bandara KLIA 2 terletak lumayan jauh dari pusat kota. Lebih tepatnya di tengah-tengah kebun kelapa sawit. Bus menjadi pilihan kami dari KLIA 2 menuju Kuala Lumpur karena harganya lebih murah dibandingkan naik kereta api. Nama busnya Aerobus. Jadwal bus dapat dicek di sini dan kereta di sini. Harga bus dari KLIA 2 ke KL Sentral adalah 12 RM, sementara harga KLIA express dari KLIA 2 ke KL sentral adalah 55 RM. Jika ditempuh dengah bus, memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit karena saat itu macet dan jika menggunakan KLIA express hanya 30 menit. Letak pemberhentian bus di KL Sentral berada di lantai paling bawah stesen. Kita perlu naik satu tangga ke lantai atas untuk masuk ke dalam KL Sentral. Sesampainya di sana, kami langsung mencari KFC untuk makan malam.

Aerobus KLIA 2 – KL Sentral
KL Sentral

                Rasa KFC berbeda-beda di setiap negara. Di sini, rasa ayamnya sama tapi pelengkapnya beda. Karena seharian belum makan nasi, kami memilihi paket yang ada nasinya. Rasa nasinya pun berbeda, seperti nasi uduk dan warnanya agak kekuningan. Harga 1 paket ayam KFC yang terdiri dari nasi, ayam, salad, dan pepsi sekitar 9 RM.

Paket KFC di KL Sentral

Kami menuju hotel dengan menggunakan kereta monorel dari KL Sentral turun di Bukit Bintang. Lokasi Hotel Pudu 99 terletak di Bukit Bintang. Harga hotel dapat dicek di sini. Akan tetapi, ternyata jauh dari stasiun Bukit Bintang dan stasiun terdekatnya adalah stasiun Plaza Rakyat. Seharusnya, kami ke sini bukan menggunkan monorel, tetapi menggunakan Rapid KL. Kami pun berjalan cukup jauh +- 1,5 km menuju hotel sambil menikmati keramaian di sekitar jalanan Bukit Bintang. Saat itu, jalanan dan trotoar di Bukit Bintang sedang diperbarui sehingga pejalan kaki cukup terganggu.

Ada perbedaan antara hotel di sini dengan hotel di Indonesia. Beberapa hotel yang terletak di pinggir jalan menggunakan sistem jemput bola. Jadi, pegawai hotel menawari kamar kepada pengunjung yang melewati kawasan Bukit Bintang. Sebelum tiba di hotel, kami mampir ke sevel terlebih dulu untuk  membeli air minum 1 L seharga 3 RM.

 

Interior Hotel Pudu 99 Family Room

Hotel 99 saya pilih setelah blog walking dan mellihat beberapa review di trip advisor. Staff di sini ramah dan sangat membantu. Mereka juga tak sungkan untuk membantu kami menemukan grab car, informasi wisata, bahkan ada free bus to the airport. Sayangnya, untuk flight pulang free bus berangkat pukul 12.00 dan flight kami pukul 12.50. Fasititas umum di hotel memang tidak terlalu banyak tetapi interior dalam kamar hotelnya bersih dan designnya modern tapi ga ada kulkas. Kami memesan family room 1 king bed dan 1 bed biasa. Sesampainya di hotel, kami sholat jamak maghrib-isya’ dan langsung tidur untuk persiapan keesokan harinya. As always, kalau pergi-pergi biar enggak capek  dan paginya fit pakai h*t in cream dulu sebelum tidur.

Lanjut ke Day 2 Kuala Lumpur : Batu Caves, KL Sentral, Genting Highland