Shinkansen: Naik Kereta Peluru Super Cepat

pengalaman-naik-shinkansen

Akhirnya rasa penasaran naik kereta peluru super cepat terjawab juga. Yup! Dalam trip ke Jepang Mei lalu, saya dan Aca menyempatkan untuk naik Shinkansen. Kami menaiki Shinkansen Asama Series E 7 dari Tokyo menuju Nagano. Tanpa mandi karena takut terlambat, kami excited untuk merasakan kecepatan 300 km / jam di darat 😀 . Saking takut ketinggalan Shinkansen karena jadwal ke lokasi wisata selanjutnya bisa ngaret, kami survey dulu ke stasiun Tokyo sehari sebelum keberangkatan. Tanya cara beli tiket dan cari jalur yang ada liftnya karena kami sudah lelah untuk membawa koper lebih dari 20 kg naik tangga 🙁

CARA RESERVASI MEMBELI TIKET SHINKANSEN

Hyperpedia.com menjadi adalan kami dalam mengecek jadwal dan harga Shinkansen. Kesalahan kami saat itu, hanya melihat harga tiket di “fare” saja. Ternyata, ada tambahan “seat fee” yang harganya hampir sama dengan “fare”. Hiks. Jadi over budget dari perkiraan. Gambar di bawah ini, total harga tiket Shinkansen adalah JPY 8,110 (“fare”=4,320 ditambah “seat fare”=3,790). Jika dirupiahkan ( JPY 1 = IDR 121.194 ), harganya adalah IDR 982.884, 32. Hampir 1 juta 😀 . Lalu, bagaimana cara pesannya?

Source: www.hyperdia.com

Non Pengguna JR Pass

Dikarenakan kami bukan pengguna JR Pass, sebelum berangkat kami langsung menuju tempat pembelian JR Ticket Office di dalam Tokyo Station. Di sana, kami menunjukkan Shinkansen yang ada di Hyperpedia. Walaupun harganya hampir sejuta untuk durasi perjalanan kurang dari 2 jam, tiketnya adalah non reserved seat. Artinya, kami harus cepat-cepat untuk mencari tempat duduk di gerbong non reservead seat. Alhamdulillah, kami mendapatkan tempat duduk di dekat jendela. Kebetulan, hari itu bukan musim liburan dan weekend jadi keretanya sepi. Tiketnya mungil seperti tiket kereta di Jepang pada umumnya. But, harga yang dibayar menurut saya worth it, sesuai dengan pelayanan, kenyamanan, dan kecepatan yang ditawarkan.

Pengguna JR Pass

Karena saya belum pernah membeli tiket Shinkansen menggunakan JR Pass, maka saya cantumkan pengalaman dari Mbak Tesya  😀 .  Nah, berikut things to note nya mbak Tesya. Oh iya, beliau melakukan reservasi di Tokyo Station.

Source: www.tesyakinderen.com

SEAT DI KERETA SHINKANSEN

Seperti di Indonesia, masing-masing gerbong kereta juga memiliki berbagai tipe kelas. Kelas yang paling bagus dimulai dari GranClass, Green Class, dan Ordinary Class. Fasilitas dan interior di masing-masing kelas juga berbeda-beda. Untuk pengguna JR Pass ordinary, bisa ditukarkan dengan kelas ordinary.  Untuk pengguna JR Pass Green, bisa ditukarkan dengan Green Class. Kira-kira, perbedaan harga JR Pass Ordinary vs JR Pass Green bisa dilihat di gambar berikut :

Sebagai anak kuliah ngirit yang berusaha menghidupi diri sendiri,  saya menggunakan yang ordinary class. However, ordinary class ini sangat teramat nyaman dengan leg room lebar, bersih, dan interior modern. Walaupun kereta berjalan degan kecepatan 300 km/jam, saya tetap dapat menikmati pemandangan selama perjalanan, tidak pusing, dan tidak berisik. Lancar jaya deh pokoknya. Berikut tipe-tipe kelas Shinkansen. Semoga suatu hari nanti dapat mencoba semua, termasuk Gran Class. Amiiinnn. 😀

GranClass

 

Green Car (First Class)

Ordinary Class

 

CARA MEMBACA TIKET

Tiket kereta Shinkansen dalam Bahasa Jepang. Untuk saya yang belum pernah belajar baca huruf kanji, beruntung menemukan info cara membaca tiket Shinkansen di Info Jepang. Berikut caranya :

Source : www.infojepang.net

1. Tiket kereta untuk bulan 4 tanggal 19 alias 19 April

2. Kereta berangkat pukul 11.18

3. Kereta tiba pukul 13.33

4. Nomor tempat duduk 14 B

4 A. Nomor gerbong adalah nomor 4

5. Nama dan nomor Shinkansen. Di tiket ini, artinya Shinkansen Nozomi nomor 14. Nah, kalau bagian ini bisa ditanyain petugas biar gak bingung-bingung amat.

6.7. dan 8. Rincian harga Shinkansen.

ANTRE DI TEMPAT YANG BENAR

Sebelum antre, kita harus menuju peron Shinkansen yang akan kita naiki terlebih dahulu. Petunjuknya jelas banget, tinggal ikuti arah yang ada gambar Shinkansen dan Nomor peron/linenya. Setelah sampai di peron, jika masih ragu pastikan kalau peron yang dituju benar. Jangan ragu untuk bertanya. Daripada ketinggalan kereta 😀 . Nah, gimana jika kita ketinggalan kereta? Akan di bahas di poin 9.

Di Shinkansen, “car” itu berarti “gerbong”. Berdirilah pada garis yang sesuai dengan nomor “car”  dalam tiket. Di bawah ini adalah antrian untuk menuju “car” / “gerbong” 11.

Source: www.tesyakinderen.com

DIMANA MENARUH KOPER BESAR

Ruangan untuk bagasi di Kereta Shinkansen sangat terbatas daripada kereta biasa. Hal ini, dikarenakan demi keamanan mengingat kereta melaju di atas 300 km/jam. Saat itu saya dan aca membawa koper jumbo seberat 20 kg. Di kursi paling belakang Shinkansen, ada rongga antara kursi dengan tembok. Kami disarankan oleh petugas untuk meletakkan koper di area itu. Saat blog walking, saya menemukan artikel yang juga menyarankan untuk meletakkan koper di area tersebut. Selain itu, jika ingin praktis dan tidak membawa koper naik turun tangga stasiun, kita bisa mengirim koper kita. Nama pengirimannya adalah Takyubin (Ta-Q-bin) dan bisa dikirim ke hotel yang kita tinggali. Harganya juga tidak terlalu mahal. Untuk Tokyo ke Osaka/Kyoto, koper berukuran volume 80 cm x 40 cm x 30 cm dengan berat maksimal 25 kilogram harganya adalah sekitar 1.900 yen.

FASILITAS DI DALAM KERETA

Fasilitas di dalam Shinkansen itu super lengkap. Mulai dari lavatory hingga women powder room alias tempat untuk touch up. Selain itu, juga bersih dan canggih-canggih. Berikut gambar fasilitas di Shinkansen Asama yang saya naiki.

MAKAN DI DALAM KERETA

Jika makan di dalam metro (kalau di Jakarta seperti KRL) itu tidak boleh, kalau makan di Shinkansen gimana ya? Hmmm, pastinya boleh banget! Awalnya saya juga ragu, tapi setelah bapak di row samping saya makan, saya juga ikutan makan. Saya make sure googling dulu beneran boleh makan atau tidak. Dan, memang diperbolehkan 😀 .

YANG DILAKUKAN JIKA TERLAMBAT

Sebernarnya, ini tidak patut di contoh. Tapi, kalau emergency boleh kali ya. Semua kendaraan di Jepang itu bisa dibilang selalu tepat waktu. Dari metro (kalau di Jakarta seperti KRL) hingga bis selalu tepat waktu. Baik waktu keberangkatan ataupun kedatangan. Terlambat atau lebih cepat 2 detik saja, bisa lansung heboh. Walaupun begitu, mereka tetap mentoleransi jika ada yang terlambat.

Saya belum pernah mengalami terlambat menggunakan Shinkansen. Waktu googling, saya menemukan cara jika terlambat naik Shinkansen. Jika kursi yang di pesan adalah non reserved seat, tinggal menunggu kereta berikutnya dan duduk di non reservead seat. Jika kereta yang dipesan adalah reservead seat, tinggal nunggu kereta berikutnya dan duduk juga di non reservead seat. Jika non reservead set penuh, bisa berdiri di lorong kereta. Ada beberapa kereta yang gerbongnya reservead seat semua. Kalau kosong tinggal didudukin aja tapi kalau penuh bisa berdiri di depan toilet atau lorong. Makannya jangan sampai terlambat XD

CARA TURUN DARI KERETA SHINKANSEN

Shinkansen itu berhenti di stasiun yang dilewati sebentar banget. Jadi, kita perlu benar-benar memperhatikan pengumuman stasiun berikutnya. Untuk antisipasi kelewatan, saya juga make sure liat di google maps.

IMPORTANT WEBSITES

Sebelum memutuskan untuk menggunakan shinkansen, saya mencari referesensinya di sini : https://www.jreast.co.jp/e/index.html

 

Sekian info tentang persinkansenan, jika masih bingung boleh ditanyakan di comment. Siapa tahu saya bisa jawab 😀 Selamat berpetualang!