Kuala Lumpur Day 3 : Menara Petronas, Masjid Jamek, Central Market

Traveling period : 24 – 26 January 2017

A half day and the last day in Kuala Lumpur. Kali ini kami benar-benar dikejar waktu karena masih ada beberapa bucket list yang belum lengkap, salah satunya mengunjungi KLCC Petronas. Pukul 7  pagi, walaupun masih gelap kami bergegas menuju stasiun Plaza Rakyat menggunakan Rapid KL menuju Petronas Twin Tower. Suasana stasiun ramai sekali karena ini adalah saat rush hour. Jika biasanya saya lebih sering melihat orang India, Cina, dan berbagai negara lain yang mendominasi kereta, kali ini saya juga melihat banyak warga lokal Malaysia.

Menara twin tower petronas saat itu masih sedikit gelap dan ditutupi kabut. Kami pun bergegas mencari spot-spot foto karena tujuan utama kami di sini hanya untuk berfoto. Di seberang twin tower petronas, ada H & M home yang menjual aksesoris rumah lucu-lucu, tapi sayang masih tutup. Banyak pernak pernik Scandinavian di sana.

Saya tidak banyak berfoto karena sudah capek, jadi itu yang paling mending hehe

Kami meninggalkan petronas twin tower sekitar pukul 8 pagi dan bergegeas menuju Central Market. Setibanya di sana (sekitar pukul 8 lebih dan hampir pukul 9), ternyata Central Market masih tutup. Akan tetapi, sudah ada beberapa penjual sarapan pagi, kami membeli cemilan semacam bala-bala bulet-bulet kecil. Kalau tidak salah harganya sekita 3 RM *iuran 1 RM per anak wkwk*.

  

Bucket list selanjutnya adalah Masjid Jamek. Kami memutuskan berjalan kaki dari Central Market menuju Masjid Jamek,. Tidak terlalu jauh dan bisa menikmati kota kuala Lumpur di pagi hari. Kotanya bersih dan orang-orang berjalan tertib. Saya baru sadar, kenapa selama ini naik kereta terus padahal jalan kaki sightseeing Kuala Lumpur lebih asyik.

Masjid Jamek

Saat kami di sana, Masjid Jamek masih dalam tahap renovasi. Karena tidak menemukan jalan masuk dan waktu semakin mepet, kami pun kembali ke hotel untuk breakfast dan check out. Huda pergi ke coffee shop dulu sebelum akhirnya kami benar-benara meninggalkan hotel menuju KLIA 2.

Coffe Shop dan hotel tempat kami menginap

Flight kami pukul 12.50 dan pukul 10.20 kami masih berada di KL Sentral. Jika menggunakan bus, perjalanan memakan waktu 1 jam dan 1 jam lebih jika macet. Akhirnya, kami memutuskan untuk menaiki KLIA Express yang harganya hampir 5 kali lipat bis, 55 RM. Kereta KLIA Express cukup nyaman, ada tempat tersendiri untuk meletakkan koper sehingga tempat duduk tidak akan penuh. Seinget saya, tidak ada reservation seat sehingga duduknya secara random. Kami hanya diberikan kartu seperti kartu MRT untuk masuk ke gate stasiun.

Muka-muka lelah dan panik takut ketinggalan pesawat di dalam KLIA Express

Di sepanjang perjalanan menuju KLIA 2 mengunakan KLIA Express, kereta melewati pemukiman penduduk dan tentu saja kebun kelapa sawit. Jika menggunakan bis, di sepanjang perjalanan kita hanya dapat menikmati pemandangan kota dan pusat-pusat bisnis di Kuala Lumpur. Dari KL Sentral, kereta berhenti 2 kali, di KLIA dan KLIA 2. Selama perjalanan saya hanya membayangkan gimana nanti check in di bandara segedhe itu. Ternyata, sesampainya di sana petunjuk sangat jelas dan pegawai bandara sangat informatif. Tapi, saya panik karena saya sudah tidak dapat self check in sehingga saya harus check in manual. Biasanya, check in manual hanya untuk penumpang yang membeli bagasi. Akhirnya, saya sampai ruang tunggu dengan tepat dan selamat untuk flight 12.50 p.m.. Akan tetapi, flight delay sekitar 20 menit. Then, saya tidak terlalu menikmati perjalanan karena jendela pesawat buram.