Pengalaman Terbang Bersama Citilink, LCC nya Garuda!

Pukul 12 siang, saya dan teman-teman melenggang pergi dari kantor ke Bandara Husein Sastranegara naik Go-Car. Padahal masih take off jam 3 lebih 5 menit. Jaga-jaga kalau macet walaupun enggak sih! Hehehe.

Kali ini, saya menjajal pesawat Citilink rute Bandung-Denpasar. Dari Bandung, direncakan take off pukul 3 lebih 5 menit sore dan sampai di Bali pukul 6 lebih 10 menit sore. Sebenarnya, hanya 2 jam lebih 5 menit tetapi karena perbedaan waktu WIB dan WITA, kesannya jadi 3 jam lebih. Ini adalah pengalaman naik Citilink pertama saya. Biasanya, naik LCC Lion atau Air Asia. Tapi lebih sering Air Asia. Kenapa lebih sering Air Asia bisa diintip di artikel sebelah sini. Hehehe.

Citilink adalah LCC dari Garuda Indonesia. Apa itu LCC? LCC singkatan dari low cost carrier airlines. Kalau tidak salah ada 2 macam jenis, LCC dan full services. Kalau LCC tidak dapat makan, tidak ada in flight entertainment, dan bagasi terbatas, contohnya Air Asia, Lion Air, Citilink, Scoot, Jet Star, Tiger, dan kawan-kawan. Kalau full services dapet makan, bagasi lebih besar, dan ada in flight entertainment, contohnya Garuda Indonesia, Batik Air, dan kawan-kawan.

Drop bagasi dan request window seat beres. Penerbangan masih dua jam lagi. Di terminal domestik Husein fasilitasnya lengkap. Mulai dari mini play ground buat anak-anak hingga working space. Ingat saat-saat kuliah dulu, sebelum balik ke Jogja kadang nuntasin tugas di sini :’) Setelah mengambil 1 cup vanilla latte Starbucks, saya nongkrong di working space ini. Sebenarnya gak ada yang dikerjain sih. Nostalgia aja. Hehehe.

Waktu itu di Bandung semendung ini

Saat take off dan selama di perjalanan, cuaca kurang mendukung diselimuti awan. Namun, saat akan mendarat di Denpasar cerah banget. Btw, waktu terbang dengan pesawat ini pas banget sama kejadian angin puting beliung di Jogja. Gak tau ada hubungannya atau tidak, tapi selama di jalan dari Bandung ke Denpasar memang semuanya awan. Alhamdulillah, pengalaman naik citilink untuk pertama kali lancar walau gronjal-gronjal dikit.

Begitu masuk ke pesawat, color scheme Citilik ijo-ijo mulai dari cover kursi prioritas hingga seragam pramugarinya. Di kabinnya, tidak ada iklan sama sekali. Jadi, enak dipandang dan terkesan lebih eksklusif. Hehehe. Seatnya 3-3 jenis aircraft Airbus A320.

Seperti konsep LCC (Low Cost Carrier) Airlines pada umumya, harga tiket Citilink termasuk bagasi 20 kg tetapi tidak termasuk makan dan minum. Karna sudah bawa bekal makan dan minum, saya tidak beli apa-apa selama di pesawat. Harga makanannya berkisar 50 ribuan. Lagi-lagi, karena LCC pesawat ini tidak ada entertainment in flight nya. Tapi, ada majalah yang isinya seputar pariwisata. Oh iya, landasan Husein ini pendek jadi take off dan landing pesawat emang agak agak ekstrem gitu.

Terima kasih kepada yang mau dimintai tolong buat foto kaki demi post di blog 😀

Leg room nya agak syempit tapi cukup nyaman untuk badan seukuran saya. Lagi pula, pesawat ini digunakan untuk penerbangan yang tidak terlalu jauh. Jadi, masih nyaman-nyaman saja.

Asyiknya itu waktu mau landing di Denpasar, muter-muter di laut dan pas sunset. Ajib banget pemandangan mataharinya. Teramat disayangkan saat itu baterai lobet. Momen-momen epic berputar-putar di atas laut saat-saat sunset pun hanya terabadikan dalam mata dan pikiran. Hiks. Akhirnya, saat sudah mendarat bisa pinjem hp temen dan capture sunset dari balik kaca jendela tempat duduk.

Begitu sampai di Denpasar, penumpang dijemput dengan bus menuju ke tempat pengambilan barang karena agak jauh dari tempat parkir pesawat. Saat itu, pesawat parkir di ujung dekat laut. Pas banget detik-detik matahari tenggelam.

Foto matahari terbenam saat jalan dari pesawat menuju bus

Sekian pengalaman naik citilink saya untuk pertama kali. Overall terbang bersama Citilink lancar dan nyaman walaupun cuaca saat itu serem.