Throwback Jadi Maba ITB

itb-institut-teknologi-bandung

Throwback saat-saat menjadi mahasiswa baru di ITB. Hari ini adalah hari di mana ada wisuda April dan Oktober nanti giliran saya untuk wisuda. Amin. Masih tidak menyangka, bagaimana ceritanya bisa di kampus ini. Pertama, ketika SMA jurusan saya adalah jurusan IPA. Akan tetapi, jurusan yang saya ambil di ITB identik dengan jurusan IPS. Kedua, saya tidak pernah berpikiran untuk mengambil jurusan manajemen. Sedari kecil cita-cita saya ingin menjadi professor di laboratorium. Hal tersebut merupakan pengaruh dari dongeng-dongeng ibu yang selalu membacakan cerita tentang Isaac Newton, Christoper Colombus, Hellen Keller, Honda, dan kawan-kawannya. Akan tetapi, setelah melihat dari kegemaran dan ke-enjoy-an, ternyata saya juga suka dengan kegiatan yang banyak sangkut pautnya dengan sosial. Terlebih, suka trial and error jualan dari SD mulai dari jualan lotre hahah gatau halal atau haram hingga jualan tulisan.

Ketiga, sepanjang masa SMA saya ingin masuk ke Teknik Industri atau Gizi Kesehatan. Kadang, diminta oleh orang-orang terdekat saya untuk masuk kedokteran. Tapi, ketika melihat orang keseleo saya ikut ngilu dan melihat anak kecil nangis kesakitan rasanya merinding. Keempat, sedari kecil orang tua saya mengenalkan tentang dunia perbatubaraan dan perminyakan. Dulu, saya sempat minat karena gajinya lumayan gedhe. Tapi, saya jadi berpikir kalau saya kerja di perusahaan yang strict nanti siapa yang akan mengantar anak-anak ke sekolah wkwkwk.

Kelima, keputusan mendaftar di SBM ITB ditetapkan kurang dari 2 minggu masa SNMPTN ditutup. Jujur, saya tidak tahu arah harus memilih apa. Tapi, hasil tes psikologi dan berpikir ke depan lebih mengarah ke manajemen. Ya sudah, akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar di SBM ITB karena jurusan manajemen yang bisa menerima murid yang SMA-nya jurusan IPA kata guru BK cuma di ITB. Karena benar-benar tidak tahu mau kuliah di mana, saat SNMPTN pilihnya juga cuma satu-SBM ITB.

Waktu membuka hasil SNMPTN kaget banget. Saat itu, hari H pengumuman saya nememin ibu belanja ke toko batik dulu daripada deg-deg an menunggu hasil SNMPTN. Saat sudah diumumkan, saya tidak berani melihat dan akhirnya membuka milik teman saya terlebih dahulu. Teman saya keterima SNMPTN di manajemen UNY. Lalu, baru memberanikan diri buka punya sendiri dan ternyata diterima! Terus teriak-teriak manggil ibu dan ibu cuma bilang “ntar sebulan sekali pulang ya dek” padahal belum pergi. Hasilnya, beneran sebulan sekali bolak balik Jogja-Bandung dan terhitung sudah lebih dari 30 kali selama 3 tahun terakhir. Kenapa tiga tahun?

KULIAH 3 TAHUN

Standarnya di SBM ITB ini S 1 ditempuh selama 3 tahun dengan total ada 9 semester. Jadi, ketika teman-teman yang lain pada libur bulan Mei-Agustus, SBM masuk dan pelajaran seperti biasa. Jarang banget libur panjang dan libur terlama itu libur dua minggu saat akhir tahun dan lebaran. Jika beruntung, libur akhir tahun bisa tiga minggu. Di SBM, semuanya pakai Bahasa Inggris. Dari dosen ngajar, ngerjain tugas, sampai nge-email dosen. Awalnya, sempat tidak benar-benar paham materi yang dijelaskan dosen tapi lama-lama bisa adaptasi. Saya berasal dari SMA yang ngajarnya selalu pakai Bahasa Indonesia. Waktu itu sepertinya masa adaptasi saya sekitar 3 bulan. Oh iya, tugas akhir (semacam skripsi) dan presentasi tugas akhir (sidang) juga pakai Bahasa Inggris.

Di tingkat dua dan tiga biasanya akan dapet temen-temen bule dari student exchange. Kebanyakan student exchange berasal dari Jerman, Belanda, Perancis, dan Jepang. Sebagai mahasiswa SBM, kita juga bisa ikut program student exchange ke Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, atau Jepang tapi bayar sendiri. Saya pernah dapet kelas yang isinya dari 30 orang, ada 10 orang dari Belanda dan 1 orang dari Jepang. Pelajarannya negotiation alias debat. Jadi tiap minggu debat sama bule-bule.

Overall, pelajaran di SBM ITB itu seru-seru tapi effortnya juga gedhe dan tidur di Mc D / Upnormal / Eduplex itu sudah jadi hal biasa. Jika mau cumlaude harus memenuhi beberapa persyaratan. Pertama, nilai tidak boleh ada yang C atau di bawahnya. Walaupun sudah cuci nilai dari C jadi BC, tetap tidak bisa. Kedua, tidak boleh ada mata kuliah yang mengulang kecuali pada masa TPB. Keempat, IPK harus di atas 3.5. Kelima, harus ikut international conference. Jadi, walaupun semua syarat sudah lengkap dan nggak ikut international conference,  tidak akan cumlaude. Oh iya, apa itu TPB?

MASA TPB

TPB adalah singkatan dari Tahap Persiapan Bersama. Jadi, di ITB itu awalnya kita akan masuk fakultas dulu. Di tingkat dua, baru akan masuk ke jurusan. Di SBM ITB sendiri ada tiga jurusan, yaitu manajemen, bisnis internasional ( baru dibuka tahun 2015), dan kewirausahaan. Nanti, ketika sudah diterima di SBM kita bisa memilih salah satu dari jurusan tersebut.

FASILITAS

Tentang fasilitas, SBM punya kantin, toko ATK dan fotokopi-an, musholla, ATM BNI, medical room, perpustakaan, dan laboratoium computer sendiri di dalam gedung. Yang terbaru, ada tempat gym dan juga karaoke! Kamar mandi untuk mandi juga ada. Namun, tidak tahu apakah itu digunakan untuk mahasiswa atau dosen saja.

Jangan pernah telat balikin buku di perpustakaan SBM / MBA ITB. Dendanya bikin miris, 10 ribu per hari dengan maksimal denda 100 ribu. Saya pernah kena 100 rb, di dua tempat *cryyyyyyyyy* .Hampir semua mata kuliah SBM dilaksanakan di dalam gedung SBM. Berbeda dengan jurusan lain yang berpindah-pindah dari GKU Timur hingga GKU Barat. Tapi, sedikit-sedikit akan merasakan kelas di luar gedung SBM terutama saat TPB.

Baca ini juga ya 😀

AKHIRNYA JADI WISUDAWATI ITB