D 7 : Strolling dan Belanja-Belanja di Osaka

jalan-jalan-sore-di-osaka-jepang-osaka-city-backpacker-jepang

Hari ini, agenda kami sebenarnya adalah ke Kyoto. Karena belum puas keliling Osaka, masih ada titipan, dan yen yang semakin menipis, kami pun berniat untuk eksplor Osaka lagi. Ternyata, eksplor Osaka tidak cukup hanya 1 hari. Next, saya ingin kembali lagi ke Jepang untuk menunjungi Kyoto, Shirakawa, dan bucket list lain yang belum terpenuhi. Sekarang, saya baru sadar mengapa orang-orang dari US ataupun Europe mengabiskan beberapa minggu ataupun bulan untuk mengeksplor suatu negara, 8 hari tidak cukup.

Kami bangun cukup siang, setelah beberapa hari berturut-turut bangun pagi untuk mengejar moment dan matahari. Di tambah lagi, sibuk memantau kabar dosen kami yang dikabarkan menghilang melalui line today, email civitas, dan group line. Beliau adalah dosen finance kami, termasuk mengajar accounting dan financial management. Semoga, yang terbaik dari Tuhan untuk Bapak.

STROLLING OSAKA

Setiap sudut Jepang itu instragammable, selalu ada keunikan tersendiri. Bangunannya mungil dan rapi. Kami menyusuri perumahan-perumahan penduduk di Osaka yang searah menuju ke Namba. Hari kedua di Osaka ini, kami memang mengunjungi Namba kembali karena belum puas berbelanja 😀 dan di sana banyak makanan enak, juga lebih murah daripada Tokyo seperti sushi yang kami makan kemarin. Kali ini, kami ke Namba dengan cara yang berbeda, yaitu jalan kaki dari hotel. 😀

Jarak dari hotel ke Namba jauh tapi tidak terlalu jauh, masih sanggup kami tempuh dengan berjalan kaki. Mungkin sekitar 1-2 km. Pernah mendengar jika tutup got di Jepang memiliki gambar yang berbeda-beda? Yap, salah satunya adalah gambar di atas. Di Tokyo, Toyama, dan Nagano, kami tidak sempat memperhatikan tutup-tutup got karena jadwal yang padat. Jalan-jalan siang menjelang sore di Jepang tetap asyik, tidak banyak polusi, tidak terlalu panas, dan orang yang berlalu lalang pun tidak terlalu banyak.

Di sepanjang jalan, kami juga melewati area pertokoan. Bentuknya seperti Malioboro tetapi tidak ada penjual di emperan tokonya. Yang paling unik dan tidak pernah terbayang, di sana ada semacam adult shop yang jual kebutuhan ***** orang dewasa. Hehehe, pasti tahu maksudnya. Saya enggak sempat foto deretan tokonya. Selain itu, kami juga melewati Tsūtenkaku tower, yang merupakan observation deck.

Suasana Osaka sore sangat seru. Hari itu cuaca cerah sehingga sedikit panas, tapi tidak sepanas di Jogja 😀 Banyak orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dan sukses membuat kami kabita. Ketika berada di sebuah tempat yang di depannya berjejer banyak sepeda, kami mencoba bertanya apakah sepeda tersebut disewakan atau tidak. Dan ternyata.. itu adalah bengkel sepeda. Hmmm. Oke kami pun berjalan kaki menuju Namba. Di Maps, lokasi Namba tidak jauh dari Hotel, sekitar 1-2 km.

Di Namba dan Dontonbori, agenda kami adalah mencari oleh-oleh dan belanja-belanja. Kebetulan ada forever 21 yang di lantai paling atasnya sale super murah. Saya beli kemeja buat Hengky cuma 150 ribu kalau dirupiahin. Banyak juga yang harganya 70 ribuan atau 50 ribuan! Di sini, barang-barang seperti H & M dan Forever 21 lebih murah daripada produk fashion asli buatan orang Jepang 😀 Nah, kalau Miniso itu brand dan “design” in Japan, bukan buatan Jepang. Coba telisik lebih jauh made in mana, bisanya China atau Thailand. Waktu di Tokyo, saya mencari toko Miniso. Ada, kecil se counter pulsa gitu, yang jaga 1 orang dan jualannya perlengkapan HP, seperti power bank, kabel data, semacam ituu. Di Osaka, saya coba cari Miniso lagi gak ada. Pertama kali saya tahu Miniso itu di Asiatique, Thailand. Waktu itu saya ke Thailand sama Aca juga dan Aca beli blush on di Miniso. Bagus dan super duper murah. Waktu happy ada Miniso di Bandung, ternyata gak jualan kosmetik 🙁 Adanya bulu mata dan lem bulu mata, setelah 1/2 jam berusaha memakai bulu mata dan lem bulu mata itu tidak dapat menempel dengan baik. Hiks. Tapi, aku suka desain-desain simple di Miniso. Hehe.