Osaka dalam sekejap mata. Willer Sleeper bus ini benar-benar membuat kami tidak merasakan perjalanan dari Toyama ke Osaka selama 5 jam. Ketika berada di dalam bus, saya langsung menggelar selimut, menutup kepala, dan tidur. Seperti namanya, sleeper bus ini dibuat sedemikian rupa sehingga penumpangnya dapat tidur dengan nyaman dan aman. Bangun-bangun sudah sampai Kyoto dan sejam lagi sampai Osaka. Rasanya, malas sekali turun dari bus ini dan ingin melanjutkan tidur. Mungkin, efek capeknya drama Alpine Route. Lebih lanjut tentang Willer Sleeper…
Pengalaman Alpine Route menjadi pengalaman pertama saya di cuaca bersalju. Walaupun total perjalananannya cukup mahal, menurut saya worth it. Sebisa mungkin ke Alpine Route pagi-pagi dan memerhatikan ramalan cuaca. Jika cuaca cerah, pemandangan yang didapat akan semakin bagus. Saat itu, saya ke sana siang menuju sore dan cuaca berkabut. Dalam perjalanan kali ini, saya melakukan one day trip Tateyama Kurobe Alpine Route. Saya berangkat dari Tokyo menuju Nagano, lalu pulang dari Toyama menuju Osaka. Tokyo Station – Nagano Station Rute ini…
Terletak di Gunung Tateyama, jalur Alpine Route menghubungkan dua prefektur yang berbeda, yaitu Prefektur Toyama dan Prefektur Nagano. Kita bisa melintasi Alpine Route ini baik dari Nagano berhenti di Tateyama atau sebaliknya. Kita juga bisa melakukan perjalanan pulang pergi Nagano-Tateyama PP atau sebaliknya. Tiketnya pun dapat dibeli secara ngeteng atau full satu rute. Dalam perjalanan kali ini, kami memulai dari stasiun Nagano. Oh iya, ini adalah kali pertama saya mendaki gunung dan kali pertama pula saya bertemu salju 😀 .…
Yeayyy, akhirnya kesampaian juga mengunjungi Fuji Shibzakura Festival di kaki Gunung Fuji. Kami bangun pagi-pagi pukul 5.30 a.m., langsung siap-siap tanpa mandi agar tidak terlambat 😀 . Dari Stasiun Machiya menuju Stasiun Shinjuku ditempuh menggunakan metro sehingga biaya dicover oleh Tokyo Metro Pass. Oh iya, setelah beberapa kali menggunakan metro, saya baru sadar kalau stasiun metro hampir semua berada di bawah tanah dan lokasinya bukan di gedung utama stasiun. Kalau JR selalu di atas dan di lokasi utama gedung. Misalnya,…
Pada hari kedua ini, agenda keliling-keliling Tokyo dimulai dari mengunjungi Ueno Park, Asakusa, Shinjuku, dan berakhir di Harajuku. Kami sengaja merencanakan pulang tidak terlalu malam agar esok hari bisa bangun pagi mengejar bus pukul 7.35 a.m. dari terminal bus Shinjuku menuju venue Fuji Shibazakura Festival. Beruntungnya, hari ini semua transportasi dicover dengan Metro 72 hours pass sehingga tidak keluar uang transportasi sama sekali! Yeayyy. Ueno Park Taman ini begitu cantik di gambar ketika musim sakura dan musim gugur tiba. Rimbunnya…
Traveling period: 9-16 Mei 2017 Sesuai dengan itinerary yang telah dibuat, hari ini kami berencana mengunjungi Tokyo Disney Sea. Jika Disney Land dapat ditemukan di Paris, Hongkong, dan CA, Disney Sea hanya ada di Tokyo. Oleh karena itulah kali ini kami memilih Tokyo Disney Sea sebagai destinasi kami. sebenernya mau ke Disney Land juga, tapi lebih sayang duit 😀 Bangunan-bangunan di Disney juga cocok untu foto-foto. Mediteranian Harbour nya benar-benar memberikan ambiance Venice. Ticket and Ticket Booth Tiket Disney Sea kami…
Ehehehe, kenapa saya tulis gratisnya besar sekali? Karena saya bingung sekaligus senang begitu keluar dari kedutaan Jepang setelah menunggu visa dengan harap-harap cemas. Sumber kecemasannya adalah berita jika Visa Jepang high season, sementara kesempatan saya mengambil paspor hanya hari Jumat itu saja untuk dibawa ke Thailand pada hari Minggu. Saya membuat visa Jepang karena paspor saya masih paspor biasa, belum E paspor sehingga tidak bisa waiver. Awalnya, saya berniat untuk membuat visa melalui travel agent seharga Rp 500.000 untuk single entry…







