Transportasi di Jepang itu sangat teramat costly. Separuh budget travelling bisa-bisa hanya digunakan untuk transportasi kesana kemari. Akan tetapi, banyak kartu pass yang dapat digunakan untuk menghemat transportasi selama berada di Jepang. Kali ini, saya akan membahas kartu pass paling murah untuk keliling Tokyo, yaitu Tokyo Subway Pass. Source: tokyorailwaylabyrinth.blogspot.co.id Pada liburan ke Jepang beberapa minggu yang lalu, saya mengandalkan subway sebagai transportasi utama ketika keliling-keliling Tokyo. Jika dibandingkan kartu pass lain di area Tokyo, subway pass ini adalah yang paling…
Traveling period: 9-16 Mei 2017 Perjalanan ke Jepang berawal dari obrolan iseng dengan teman saya. Ya, kami membayangkan serunya hunting foto di Jepang saat musim semi. Akhirnya, nekat issued tiket pada akhir Februari 2017 untuk keberangkatan 9 Mei 2017. Kurang lebih selama dua bulan itu saya dan teman saya mempersiapkan segala sesuatunya di tengah-tengah kesibukan mengerjakan tugas akhir. Apa kabar tugas akhir? .___. Mulai dari deg-deg an tiket pesawat promo yang kata agen travel tinggal satu seat hingga AirBnB yang…
Di bulan yang sama, saya harus kembali ke Thailand untuk mengerjakan tugas dari kampus berkaitan dengan Cross Cultural Conflict Management (CCCM). Jika dua minggu yang lalu saya memilih untuk menjelajah luar Bangkok, kali ini saya hanya keliling Bangkok saja. Hari pertama, pagi-pagi saya pergi ke Wat Arun untuk mencari spot foto lucu dan berbelanja. Wat Arun berada di seberang Wat Pho. Cara ke Wat Arun dan Wat Pho, kita bisa menaiki BTS dan turun di Saphan Taksin Station. Dari situ,…
Hari ini, agenda kami sebenarnya adalah ke Kyoto. Karena belum puas keliling Osaka, masih ada titipan, dan yen yang semakin menipis, kami pun berniat untuk eksplor Osaka lagi. Ternyata, eksplor Osaka tidak cukup hanya 1 hari. Next, saya ingin kembali lagi ke Jepang untuk menunjungi Kyoto, Shirakawa, dan bucket list lain yang belum terpenuhi. Sekarang, saya baru sadar mengapa orang-orang dari US ataupun Europe mengabiskan beberapa minggu ataupun bulan untuk mengeksplor suatu negara, 8 hari tidak cukup. Kami bangun cukup…
Osaka dalam sekejap mata. Willer Sleeper bus ini benar-benar membuat kami tidak merasakan perjalanan dari Toyama ke Osaka selama 5 jam. Ketika berada di dalam bus, saya langsung menggelar selimut, menutup kepala, dan tidur. Seperti namanya, sleeper bus ini dibuat sedemikian rupa sehingga penumpangnya dapat tidur dengan nyaman dan aman. Bangun-bangun sudah sampai Kyoto dan sejam lagi sampai Osaka. Rasanya, malas sekali turun dari bus ini dan ingin melanjutkan tidur. Mungkin, efek capeknya drama Alpine Route. Lebih lanjut tentang Willer Sleeper…
Pengalaman Alpine Route menjadi pengalaman pertama saya di cuaca bersalju. Walaupun total perjalananannya cukup mahal, menurut saya worth it. Sebisa mungkin ke Alpine Route pagi-pagi dan memerhatikan ramalan cuaca. Jika cuaca cerah, pemandangan yang didapat akan semakin bagus. Saat itu, saya ke sana siang menuju sore dan cuaca berkabut. Dalam perjalanan kali ini, saya melakukan one day trip Tateyama Kurobe Alpine Route. Saya berangkat dari Tokyo menuju Nagano, lalu pulang dari Toyama menuju Osaka. Tokyo Station – Nagano Station Rute ini…
Terletak di Gunung Tateyama, jalur Alpine Route menghubungkan dua prefektur yang berbeda, yaitu Prefektur Toyama dan Prefektur Nagano. Kita bisa melintasi Alpine Route ini baik dari Nagano berhenti di Tateyama atau sebaliknya. Kita juga bisa melakukan perjalanan pulang pergi Nagano-Tateyama PP atau sebaliknya. Tiketnya pun dapat dibeli secara ngeteng atau full satu rute. Dalam perjalanan kali ini, kami memulai dari stasiun Nagano. Oh iya, ini adalah kali pertama saya mendaki gunung dan kali pertama pula saya bertemu salju 😀 .…
Yeayyy, akhirnya kesampaian juga mengunjungi Fuji Shibzakura Festival di kaki Gunung Fuji. Kami bangun pagi-pagi pukul 5.30 a.m., langsung siap-siap tanpa mandi agar tidak terlambat 😀 . Dari Stasiun Machiya menuju Stasiun Shinjuku ditempuh menggunakan metro sehingga biaya dicover oleh Tokyo Metro Pass. Oh iya, setelah beberapa kali menggunakan metro, saya baru sadar kalau stasiun metro hampir semua berada di bawah tanah dan lokasinya bukan di gedung utama stasiun. Kalau JR selalu di atas dan di lokasi utama gedung. Misalnya,…
Pada hari kedua ini, agenda keliling-keliling Tokyo dimulai dari mengunjungi Ueno Park, Asakusa, Shinjuku, dan berakhir di Harajuku. Kami sengaja merencanakan pulang tidak terlalu malam agar esok hari bisa bangun pagi mengejar bus pukul 7.35 a.m. dari terminal bus Shinjuku menuju venue Fuji Shibazakura Festival. Beruntungnya, hari ini semua transportasi dicover dengan Metro 72 hours pass sehingga tidak keluar uang transportasi sama sekali! Yeayyy. Ueno Park Taman ini begitu cantik di gambar ketika musim sakura dan musim gugur tiba. Rimbunnya…









